Candi Sewu – Candi Lumbung – Candi Bubrah

Candi Sewu – Candi Lumbung – Candi Bubrah

Candi Sewu

Masih di dalam kompleks Candi Prambanan, di sana terdapat sebuah candi yang berdiri dengan megah yang bernama Candi Sewu.

Candi Sewu merupakan candi yang bercorak agama Budha sama seperti halnya Candi Lumbung dan Candi Bubrah. Candi ini dibangun pada abad ke-8 Masehi pada masa akhir Kerajaan Rakai Panangkaran sebagai candi kerajaan dan merupakan salah satu pusat kegiatan keagamaan yang cukup penting pada saat itu.

Ketika masuk ke area candi, kita akan disambut oleh dua buah arca penjaga dengan tubuh yang besar dan menyeramkan serta membawa senjata berupa pentungan.

Meskipun namanya adalah Candi Sewu, tetapi jumlah candi yang ada di Candi Sewu tidak sampai seribu. Saya tidak tahu pastinya yang jelas jumlahnya hanya seperempatnya saja, terdiri dari satu buah Candi Induk, 8 Candi Apit, dan 240 Candi Perwara.

Fakta yang menarik pada Candi Sewu adalah candi ini termasuk Candi Budha terbesar kedua setelah Candi Borobudur yang ada di Magelang. Fakta yang lainnya Candi Sewu yang bercorak Budha memiliki lokasi yang berdekatan dengan Candi Prambanan yang bercorak Hindu. Hal ini menunjukkan pada saat itu terjadi hubungan yang harmonis antara dua agama Hindu dan Budha.

Candi Sewu

Meskipun satu kompleks dengan Candi Prambanan, sepertinya Candi Sewu bernasib sama dengan dua candi lain yang berada di kompleks Candi Prambanan yaitu Candi Lumbung dan Candi Bubrah. Ketiga candi tersebut sama-sama sepi pengunjung.

Candi Bubrah

Candi Bubrah

Sekitar 200 meter dari Candi Lumbung terdapat candi yang cukup unik namanya yaitu Candi Bubrah. Bubrah adalah kata dalam bahasa Jawa yang berarti rusak. Candi ini diberi nama Candi Bubrah karena pada saat pertama kali ditemukan kondisinya sudah dalam keadaan rusak.

Sama seperti Candi Lumbung, Candi Bubrah diperkirakan dibangun pada abad ke-9 pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Candi yang memiliki latar belakang agama Budha ini memiliki dimensi 12 m x 12 m, terbuat dari batu andesit, dan sisa reruntuhan candi hanya setinggi sekitar 2 meter saja. Disana saya menemukan beberapa arca Budha yang sudah tidak ada kepalanya. Meskipun berada di kompleks Candi Prambanan namun sangat dosayangkan sepertinya Candi Bubrah terlihat kurang mendapat perhatian dari pengelola

Candi Lumbung

Candi Lumbung

Berjalan sekitar 300 meter ke utara dari Candi Prambanan, saya menuju sebuah candi yang berlatar belakang agama Budha yaitu Candi Lumbung. Candi ini masih berada di kompleks Candi Prambanan. Kalo mendengar nama lumbung, mungkin pikiran saya langsung mengacu pada lumbung padi alias penyimpan atau penimbun bahan makanan untuk beberapa waktu ke depan. Ntah nama Candi Lumbung ini ada kaitannya dengan hal tersebut atau tidak saya kurang begitu paham.

Candi lumbung kemungkinan dibangun pada abad ke-9 di masa Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini mempunyai sebuah candi induk yang menghadap ke timur dan 16 buah candi perwara yang mengelilingi candi induk. Kalo dilihat saat ini pada candi induk masih terdapat banyak kayu dan bambu untuk menyangga candi, mungkin saat ini candi induk tersebut masih dalam masa pemugaran.

Candi Lumbung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s